Sabtu, 26 Desember 2015

hubungan dagang antara Tiong kok dan Indonesia




Dalam hubungan dagang antara Tiong kok dan Indonesia telah terjadi hubungan pelayaran langsung antara keduanya. Bukti pasti mengenai pelayaran kedua tempat tersebut berasal dari abad ke-V M. hubungan perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Indonesia dengan Tiong kok pada umumnya disimpulkan dari utusan-utusan mereka. Hubungan antara kedua negara ini pun tidak selalu mengenai masalh perdagangan. Seperti perutusan dari P’oli dan Tan-tan yang membawa surat berisi pujian terhadap kaisar karena jasanya untuk agama Buddha.
Keberhasilan Indonesia untuk dapat berdagang dengan Tiong kok telah mwnunjukkan tahap nyata dari perkembangan masyarakat Indonesia. Setelah bangsa Indonesia dapat berdagang langsung dengan Tiong kok, Indonesia dapat mendapatkan kedudukan tersendiri dalam perdagangan Internasional. Kapal-kapal Indonesia melayari jalur-jalur pelayaran perdagangan dari India hingga Tiong kok. Datangnya pedagang Tiong kok di Indonesia juga telah meningkatkan pertumbuhan perdagangan. Hal tersebut mendukung perkembangan kerajaan-kerajaan di Indonesia menjadi kerajaan maritime yang memiliki pengaruh yang besar.
Hubungan dagang ini juga mengakibatkan orang-orang Indonesia dapat sampai ke Tiong kok, dan sebaliknya. Pengaru hubungan Tiong kok dengan Indonesia tidaklah sebesar pengaruh India terhadap Indonesia. Hubungan dengan India telah mengakibatkan perubahan-perubahan dalam ketatanegaraan di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu juga mengakibatkan perubahan dalam tata dan susunan masyarakat sebagai akibat dari penyebaran agama Hindu-Buddha. Pengaruh Tiong kok ke Indonesia jauh lebih kecil.[4]

3.      Yunan
Orang-orang Austronesia dari Asia (Yunan) yang pertama kali ke Nusantara pada sekitar 1500 SM bisa juga disebut dengan bangsa Melayu tua.  Orang-orang ini datang ke wilayah  Nusantara melalui dua jalan, yaitu
a.       Jalan barat dari Yunan (Tiong kok Selatan) melalui Selat Malaka (Malaysia) masuk ke Sumatra masuk ke Jawa. Mereka membawa alat berupa kapak persegi.
b.      Jalan utara (timur) dari Yunan melalui Formosa (Taiwan) masuk ke Filipina kemudian ke Sulawesi kemudian masuk ke Irian. Mereka membawa alat kapak lonjong.
Bangsa ini memiliki kebudayaan batu, alat-alatnya yang terbuat dari batu sudah maju, yakni sudah dihaluskan. Hal tersebut berbeda dengan manusia purba yang alatnya masih kasar dan sederhana. Hasil budaya mereka dikenal dengan kapak persegi yang banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Adapun kapak lonjong banyak digunakan oleh mereka yang melalui jalan utara, yakni Sulawesi dan Irian. Von Heekern menyatakan bahwa di Kalumpang, Sulawesi Utara telah terjadi perpaduan antara tradisi kapak persegi dan kapak lonjong yang dibawa orang Austronesia yang datang dari arah utara Indonesia melalui Formosa (Taiwan), Filipina, dan Sulawesi.

Pada sekitar 500SM  bangsa Yunan datang lagi ke Indoneisa. Bangsa ini kemudian disebut dengan Bangsa Melayu Muda yang disebut juga Deutero Melayu. Mereka masuk ke Nusantara melalui jalan barat. Bangsa Melayu Muda berhasil mendesak dan bercampur dengan bangsa Proto Melayu. Bangsa Deutero Melayu ini memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan Proto Melayu. Mereka sudah dapat membuat barang-barang dari perunggu dan besi. Hasil budayanya adalah kapak corong, kapak sepatu, dan nekara. Selain kebudayaan logam, bangsa Deutero Melayu juga mengembangkan kebudayaan Megalitikum, yaitu kebudayaan yang menghasilkan bangunan yang terbuat dari batu besar, misalnya, menhir (tugu batu), dolmen (meja batu), sarkofagus (keranda mayat), kubur batu, dan punden berundak. [5]
Pengaruh kebudayaan Yunan terhadap peradaban Indonesia adalah dibawanya peralatan-peralatan batu dan logam yang sudah canggih. Peralatan-peralatan ini menyebabkan peralihan dari food gathering menjadi food producing.

Simpulan
Kebudayaan India yang masuk ke Indonesia telah membawa perubahan pesar terhadap peradaban di Indonesia. Bangsa India telah membawa pengaruh Hindu dan Buddha yang kemudian menyebar ke berbagai aspek di dalam masyarakat dan ketatanegaraannya. Pengaruh ini tidak hanya dapat dirasakan zaman dahulu ketika Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha masih berjaya, akan tetapi sekarang pun kebudayaan Hindu ini masih dapat kita rasakan.
Selain dalam bidang agama, India juga membawa pengaruh dalam bidang perdagangan yang sudah terjalin dengan baik dengan bangsa India ini.
Pengaruh Tiong kok ke Indonesia tidaklah sebesar pengaruh India, akan tetapi Tiong kok yang sejak dahulu telah dikenal karena perdagangannya juga telah member pengaruh yang berarti dalam peradaban Indonesia. Karena perdagangannya denga Tiong kok, Indonesia dapat semakin memperluas perdagangannya yang berdampak pada semakin majunya kerajaan-kerajaan di Indonesia saat itu.
Kebudayaan Yunan telah mempengaruhi Indonesia dalam bidang peralatan-peralatannya. Dengan kedatangan bangsa Yunan ke Indonesia telah mengakibatkan perubahan dari food gathering ke food producing. Dengan demikian bangsa Indonesia telah mengenal pembuatan bahan makanan atau pertanian.

Anda berminat les privat bahasa mandarin hubungi
  XL           :      087853300091
 
    PIN BB           :        542D2541

 LINE  :    young_bastian

 INSTAGRAM :    HUANGKUNYANG

        PIN BB        :      2619E4DB



        PIN BB        :      2619E4DB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar